Senin, 12 Maret 2012

hubungan sia dan e-commerce


HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN E-COMMERCE
Penggunaan teknologi yang meluas digunakan dalam dunia bisnis adalah pada teknologi komunikasi & Informasi yang didalamnya didukung dengan alat utama yaitu komputer, sejalan dengan perkembangan teknologi dalam bidang tersebut yang sangat cepat. Penggunaan awal sebagai media dalam pengolahan data administratif intern secara lokal dalam perusahaan dengan memanfaatkan konfigurasi jaringan (Networking) berupaLocal Area Network (LAN) dengan komunikasi data intern berupa Intranet yang kemudian berkembang menjadi alat komunikasi data lintas wilayah dengan menggunakan konfigurasi jaringan luas berupa Wide Area Network (WAN), Value Added Network (VAN) dan semakin berkembang menjadi Megapolitan Network yang jaringannya meluas pada wilayah seluruh dunia sehingga komunikasi data berkembang pada Internet (Komunikasi Jaringan Penggunaan Bebas) dan ekstranet (Komunikasi Jaringan Penggunaan Terbatas). Terjadi pula pergeseran teknologi dalam konfigurasi jaringan ini dari penggunaan kabel biasa dan kabel serat optik hingga penggunaan nirkabel Wirelless Fidelity-Wifi). Perluasan kemampuan komputer dengan konfigurasi networking mengembangkan pola bisnis yang turut berkembang yang pada awalnya dengan memanfaatkan internet sebagai media marketing berupa promosi produk dan perluasan pengenalan profil perusahaan, berkembang menjadi media komunikasi berupa pembentukan komunitas sesama pemakai produk dan produsennya dengan mediator e-mail dalam internet sehingga perusahaan dapat dengan mudah mendekatkan diri dengan pelangganny, perkembangan berlanjut menjadi proses transaksi jual beli produk (e-trade)serta transaksi pertukaran financial dalam dunia perbankan (e-payment dan e-banking)dan kemudian dikembangkan lebih luas lagi menjadi berbagai pola komersialisasi bisnis(e-commerce dan e-business) perkembangan masih berlanjut dengan pergeseran elektronik secara dekstop menjadi portable atau mobile sehingga tercipta berbagai media transaksi on-line dengan penggunaan mobile-phone.
Sistem Informasi Akuntansi dan Transaksi Bisnis
Karakteristik informasi yang berupa Relevan, Andal, Lengkap, Tepat Waktu, Dapat Dipahami dan Dapat Diverifikasi, secara ideal dihasilkan oleh suatu pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Akuntansi yang terpadu yang menggabungkan secara optimal komponen berupa sumber daya manusia, prosedur, data, software dan infrastruktur menjadi lima siklus transaksi yaitu Revenue Cycle, Siklus pendapatan yang mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan kas, Expenditure Cycle, siklus pengeluaran yang mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran/pengeluaran kas, Payroll & Human Resouces Cycles, meliputi proses pengembangan potensi sumber daya manusia, Production Cycle siklus proses produksi dan biaya produksi, Financial Cycle, siklus kegiatan akuntansi dan keuangan merupakan fondasi dasar perusahaan dalam pengembangan bisnisnya. Penerapan model Enterprise Resource Planning – ERP  yang merupakan model sistem informasi akuntansi terpadu berbasis komputer yang dikembangkan oleh Gartner Group dan diaplikasikan oleh banyak perusahaan (James A. Hall, 2003:545) adalah salah satu model yang mendukung dalam pengembangan value Chain SIA pada bisnis. Kerangka hubungan antar siklus dari sistem informasi akuntansi terintegrasi dengan pola yang mengambil pada model ERP adalah dalam bagan berikut :

Pola hubungan bagan tersebut diatas adalah  hubungan dengan menggunakan Diagram Resource Event and Agent (REA) dengan pola dualitas ekonomi yaitu terjadinya proses Take and Give dari dua pelaku (Agent) baik secara intern dalam perusahaan maupun dengan pihak ekstern. Pola hubungan dengan asumsi menggunakan konfigurasi networking on-line  untuk komunikasi data berbagai pihak yang terlibat akan memberikan proses kecepatan yang optimal sehingga luas organisasi perusahaan dapat tertanggulangi melalui networking on-line demikian pula jangkauan wilayah geografis antar siklus ataupun antar departemen dalam organisasi dapat terpecahkan. Hubungan komunikasi data dengan pihak ekstern termasuk dengan pemasok dan pelanggan akan dengan cepat terjalin, pertukaran data dapat dilakukan dengan cepat dan dengan dukungan Software dan database serta pengendalian yang baik akan menghasilkan keakuratan data yang baik. Penggunaan digitalisasi dari Formulir dalam kegiatan transaksional dengan penggunaan sistem pengendalian berupa validasi input data danUser Account (Id)  memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengolahan data transaksi, lalu lintas data transaksi bergerak dengan cepat dan efisien membuat proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Proses manipulasi data dilakukan dengan cepat oleh dukungan Software yang mempunyai arsitektur effisien dan struktur pengendalian program yang baik serta dukungan pengendalian intern dari sistem informasi akuntansi lainnya, termasuk prosedur internal audit yang dilakukan optimal akan menghasilkan arus informasi yang mendukung berbagai kebijakan dan strategi perusahaan dalam memenangkan persaingan globalnya.
Keadaan bisnis yang Competitive mensyaratkan terjadinya proses komunikasi data yang cepat baik untuk proses pengolahan berupa manipulasi & perhitungan data, pelaporan dan analisa terhadap data,  berdasarkan pada kriteria data berupa Relevan, Andal, Lengkap, Tepat Waktu, Dapat Dipahami dan Dapat Diverifikas proses komunikasi data yang cepat dan terintegrasi adalah dengan menggunakan konsep manajemen database terpadu (Integrated Database Management Systems). Arsitektur database yang dirancang dalam bisnis yang bersifat Open Systems memerlukan prosedur pengendalian yang kuat termasuk membaginya kedalam dua sistem database yaitu Closed Systems Database untuk data-data kritis kebutuhan internal perusahaan dan Open Systems Database yang dapat digunakan dalam proses hubungan ekternal dengan pelanggan dan pemasok.
Penggunaan model database dengan Database Management Systems (DBMS)yang berelasional (Relational Database Management Systems (RDBMS) sebagai pendukung penerapan ERP dalam bisnis yang Open Systems tergambar dalam bagan di bawah ini dengan menggunakan konsep Open Systems Database,

Arsitektur database dalam Open Systems memberikan peluang bisnis yang lebih luas sekaligus konsekuensi negatif yang cukup signifikan berupa keterbukaan data perusahaan. Model ini adalah pengembangan dari model database tradisional yang bersifat tertutup (Closed Systems Database) yang relatif aman terhadap aktivitas datanya, kalaupun terjadi penyalahgunaan data kemungkinan penyebabnya adalah terjadi oleh sebab penanganan internal perusahaan sehingga penanganan datanya relatif lebih sempit. Sebagai implikasinya, implementasi terhadap pengendalian menjadi lebih dominan dan termasuk dalamprioritas utama dalam pengembangan model Open Systems ini. Pengendalian dalam model ini tidak saja diperlukan untuk keamanan data internal tetapi juga sebagai jaminan atas keamanan data pelanggan dan pemasok sehingga menjadikan mereka lebih nyaman dalam bertransaksi dengan perusahaan. Kebijakan manajemenInformation Technology – IT menerapkan dengan memilah kelompok data dalamClosed Systems Database dan sebagian lagi dalam kelompok data dalam Open Systems Database perlu dipertimbangkan, mengingat tingkat keamanan yang beresiko tinggi dan implikasi pada Cost Control yang cukup tinggi bila menerapkan Full Open Systems Database. Untuk kegiatan bisnis tertentu dapat menerapkan teknologi mirroring atas data yang bersifat keluar yaitu pada pelanggan dan pada pemasok. Pada Open systems,paling tidak menerapkan Validasi input data pada akses masuk sistem yang berlapis dengan tehnik kriptografi (Enkripsi) user yang berhak serta penerapan Biometric Validation System dengan berbagai bentuknya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar